kafe baca biblioholic | tempat gaul para pecandu buku
Bantu Kami Mewujudkan Surga bagi Pencinta Dunia Baca dan Tulis di Makassar!

Saya selalu membayangkan surga itu seperti perpustakaan.
(Jorge Luis Borges)

Agar bisa menjadi ‘surga’ bagi pencinta dunia baca-tulis di Makassar, kami membutuhkan uluran tangan dari Anda. Saat ini kami membutuhkan relawan dan donator. Selengkapnya, silakan baca di sini!
Hadiah di Bulan Cinta

Sejak berdiri pada tanggal 13 Mei 2004 Kafe Baca Biblioholic, lembaga literasi non-profit anggota Komunitas Ininnawa, yang dikelola secara sukarela oleh beberapa relawan ini terus berbenah diri. Di Februari, bulan penuh cinta ini, kami akan memberikan kepada Anda dan menerima dari Anda sejumlah hadiah. Mau tahu hadiah apa saja itu? Baca di sini!
Yang Seru Mulai Maret 2009

Setelah mengalami pembenahan manajemen di awal tahun 2009 ini, kami akan kembali meluncurkan beberapa program yang akan berjalan mulai Maret tahun ini. Program apa saja? Silakan baca lebih detail di sini!
Showing posts with label Jurnal. Show all posts
Showing posts with label Jurnal. Show all posts

Friday, February 20, 2009

[Jurnal #7] Sebuah Rak Baru Berisi Ratusan Buku Baru, Sejumlah Relawan dan Donatur Baru, juga Sejumlah Anggota dan Sajak Baru!

Sungguh! Tak sabar rasanya ingin mengabarkan kepada Anda semua perkembangan terakhir Kafe Baca Biblioholic!

/1/

Kami baru saja mendapat sumbangan sebuah rak baru yang langsung menjadi tempat bagi 187 judul buku baru sumbangan Anda yang baru selesai kami data. Sementara sejumlah buku baru lainnya menunggu didata dan menunggu rak.

/2/

Kami telah menerima lamaran sejumlah mahasiswa yang hendak bergabung dalam tim relawan kami. Mereka masing-masing siap menyumbangkan sejumlah waktu untuk mengurus Kafe Baca Biblioholic dan berkampanye baca-tulis di kampus masing-masing.

/3/

Puluhan orang telah mengisi formulir dan bergabung menjadi anggota baru. Pada saat catatan ini kami tuliskan, Kafe Baca Biblioholi sudah memiliki 884 orang anggota.

/4/

Anggota Group Kafe Baca Biblioholic di dunia maya, Facebook, juga terus bertambah. Saat ini grup itu telah memiliki 848 anggota, padahal belum cukup dua minggu dibuka. Coba bandingkan dengan Kafe Baca Biblioholic yang di dunia nyata, setelah nyaris 5 tahun, baru 884 anggota bergabung. Jangan-jangan dunia maya lebih ramai dari dunia nyata ya?

/5/

Sejumlah sajak tentang buku juga dikirimkan oleh beberapa penyair untuk kami gunakan kampanye baca-tulis. Sajak-sajak itu kelak akan kami cetak di pembatas buku, sebuah buku sederhana, poster, t-shirt, pin dan lain-lain! Para penyair yang sudah menyumbangkan sajaknya terima kasih, bagi yang belum terus terbuka kesempatan.

/6/

Blog kami ini juga semakin ramai dikunjungi seperti ruang baca Kafe Baca Biblioholic.

/7/

Karena bantuan Anda semua, semangat kami terus juga baru dan bertambah!


Semua hal di atas adalah berkat bantuan Anda semua! Terima kasih telah mengirimkan buku dan berpartisipasi meyebarkan informasi tentang Kafe Baca Biblioholic kepada banyak orang. Jika Anda masih ingin membantu kami, tentu saja kami akan senang sekali!

--Kirimkan buku atau donasi uang kepada kami!

--Jadilah relawan atau anggota kami!

--Sebarkan informasi tentang kami seluas yang Anda mampu!

--Anda juga masih bisa meminjamkan (sejam saja cukup) status account Facebook Anda dengan memasang berikut ini: Temani Kami Mewujudkan Surga bagi Pencinta Dunia Baca-Tulis di Makassar! http://www.facebook.com/profile.php?id=650845499&ref=name#/note.php?note_id=67079257628

Sekali lagi, terima kasih! Mohon, jangan jera menemani kami!

Saturday, February 14, 2009

[Jurnal #6] Sepi Pengunjung, Ramai Tawa, dan Nyanyi-nyanyi Kecil Eka














HARI ini, Kafe Baca Biblioholic agak sepi. Entah kenapa! Memang ada beberapa pengunjung setia yang datang. Tapi lebih banyak dari mereka datang bukan buat membaca buku.

Selain membaca buku, beberapa pengunjung rutin datang untuk main internet dan menikmati kopi Toraja. Kadang ada juga pasangan yang menjadikan tempat ini sebagai titik bertemu kemudian pergi entah ke mana. Lainnya: tempat ngumpul bergosip atau kekasih kami yang datang membawa kangen.

Beberapa pasangan memang telah menganggap Kafe Baca Biblioholic sebagai salah satu tempat untuk bertemu pasangan. Seperti yang Anda lihat di gambar di atas. Pasangan tersebut nyaris saban sore atau malam hari datang ke Kafe Baca Biblioholic. Kadang mereka duduk berdampingan selama berjam-jam tanpa bicara, sebab masing-masing tenggelam di halaman buku yang dibacanya. Kadang juga mereka ribut mendiskusikan tugas kuliah mereka. Kadang juga saling berbisik, entah apa yang mereka perbincangkan dengan suara yang dipelankan sedemikian rupa.

Ya, hari ini Kafe Baca Biblioholic agak sepi pengunjung-- meskipun ramai suara tawa sebab beberapa kawan kami datang dan bergosip.

Namun kami juga bersenang hati, bukan hanya karena kedatangan teman-teman kami yang semuanya memiliki tawa menggelegar itu, namun karena pagi tadi kami kedatang seseorang yang menyumbangkan sejumlah bukunya buat koleksi kami.

Dan, seperti biasa, Eka langsung menyambut buku-buku itu dan membalasnya dengan terima kasih dan formulir VIP Card. Sebelum meninggalkan Kafe Baca Biblioholic, sambil bernyanyi-nyanyi kecil Eka mendata-katalog-kan buku-buku itu!

Friday, February 13, 2009

[Jurnal #5] Kamu Capek, Eka?















"ALHMADULILLAH," kata Eka.

Eka baru saja kelar mendata semua buku baru yang masuk-- sumbangan para donatur pekan ini!

Nah, sekarang giliran Ai dan Ochank yang akan bekerja keras membungkus semua buku tersebut.

"Berapa judul, Eka?" kami bertanya.

"146 judul!" katanya sambil tersenyum puas.

"Alhamdulillah," kata kami.

"Kamu capek, Eka?" tanya kami lagi.

"Tidak! Kalau masih ada yang nyumbang lebih banyak, saya dengan senang hati melakukannya lagi. Tapi..."

"Tapi apa?"

"Saya lapar?"

"Kami juga!"


LIHATLAH foto di atas, itulah jejeran buku yang baru selesai didata Eka. Semoga segera bisa bermanfaat bagi pembaca.

Terima kasih, sekali lagi, buat semua yang sudah menyumbangkan bukunya!

[Jurnal #4] Sore Ini Kami Berterima Kasih...















SORE ini kami mau mengutip kalimat William Shakespeare, I can no other answer make, but, thanks, and thanks.

Ujaran pengarang besar yang karya-karyanya bisa Anda baca di sini itu kami akan haturkan kepada beberapa nama. Sitok Srengenge, sastrawa Indonesia, yang buku-buku bantuannya sebanyak 43 judul sedang kami katalogkan. Nurliah Simollah, seorang blogger yang selalu menyebut dirinya lajang bahagia, yang pagi tadi menyumbangkan 15 judul bukunya buat perpustakaan kami. Ni Nyoman Anna Marthanti bersama suaminya yang mampir dan memberikan penganan yang menyembuhkan lapar kami. Dan Ichsan Amin yang juga menyumbangkan 3 judul buku keren. Juga kepada beberapa orang yang menyumbang sejumlah buku tapi meminta tak disebutkan namanya.

Juga tentu saja sejumlah pengunjung yang setia datang untuk mengatakan bahwa kami tak sia-sia membuat Kafe Baca Biblioholic. Terakhir buat sejumlah kawan di dunia maya yang menyemangati kami. Kalian semua sangat berarti buat kami!

Eh, hampir lupa, bagi yang sudah menyumbangkan buku minimal 10 judul kami berikan fasilitas VIP Member seumur hidup. Artinya, Anda bisa meminjam koleksi kami tanpa perlu biaya apa-apa.

Terakhir, buat yang belum menyumbang jangan sungkan! Hehehe! Ssst, jangan bilang-bilang ya! Kami sedang deg-degan menunggu hadiah valentine dari...

[Jurnal #3] Akhirnya Bisa Ngopi Lagi















TERIMA kasih, Daeng Rapi, kami bisa membaca sambil menikmati Kopi Toraja racikanmu lagi!

Senang sekali! Hari ini, meski danau dadakan di depan ruang baca masih ada, kami sudah bisa menikmati lagi harum dan nikmatnya Kopi Toraja dari Kafe Ininnawa, kafe komunitas kami. Kemarin banyak pengunjung kami yang mengeluh karena tak bisa membaca atau main internet sambil minum kopi.

Ngomong-ngomong, Daeng Rapi, yang namanya kami sebut di awal jurnal kecil ini adalah pengelola kafe kami yang senyumnya selalu bikin kangen. Perihal Daeng Rapi nanti akan diulas khusus di Pernik, di blog ini juga tentu saja. Kami janji! Tapi berhubung dia masih malu untuk difoto, makanya belum ditulis. Hehehe!

Eh, kembali ke soal kopi! Kopi Daeng Rapi ini salah satu yang banyak membuat pengunjung betah di Kafe Baca Biblioholic. Peringatan dari kami: Jangan sekali-kali mencoba, kalau takut kecanduan kopi Daeng Rapi!

Daeng Rapi, minta kopi segelas lagi dong!

[Jurnal #2] Malam Ini Kami Tidur di Sini Lagi Ya!
















SEMALAM kami mendata-membungkus-mengkatalog koleksi baru Kafe Baca Biblioholic hingga larut malam. Melelahkan!

Setelah kafein yang kami andalkan tak bekerja lagi, satu per satu kami menyerah. Perhatikan gambar di atas! Ai (nama akrab Abdul Khaliq Syukur) dan Eka (lengkapnya Eka Wulandari), dua relawan kami, tertidur di lantai Kafe Baca Biblioholic. Oh, iya, Ai dan Eka adalah mahasiswa angkatan 2007 Jurusan Sastra Jepang Universitas Hasanuddin. Keduanya bergabung menjadi relawan di Kafe Baca Biblioholic Januari 2008.

Sebelum menyerah dan tertidur di lantai (semoga mereka bermimpi indah!) mereka mengatakan, seperti biasa, password mereka: Malam Ini Kami Tidur di Sini Lagi Ya!

Begitulah sering terjadi! Eka dan Ai tertidur di lantai Kafe Baca Biblioholic hingga mereka bangun pagi kemudian kembali ke kamar kos masing-masing untuk bersiap-siap berangkat kuliah.

Perhatikan, sekali lagi, gambar di atas! Jangan-jangan mereka sebenarnya kelaparan ya?

Thursday, February 12, 2009

[Jurnal #1] Februari yang Membawa Musibah dan Anugerah















FEBRUARI ini kami dapat musibah dan anugerah.

Musibahnya? Nyaris tiap hari ada danau di depan ruang baca kami. Danaunya bisa mencapai lutut orang dewasa. Imbasnya kami harus lebih rajin membersihkan, pengunjung berkurang, kafe di halaman tutup jadi tak bisa menikmati kopi toraja sambil membaca, dan kami terancam kekurangan gizi karena malas keluar beli makanan. Ah, Februari, bulan hujan!

Anugerahnya? Kami dapat lebih seratus judul buku baru. Saatnya bersuka setelah berbulan-bulan berduka karena tak bisa memenuhi harapan anggota kami yang menginginkan koleksi buku baru. Ah, Februari, bulan cinta!

Keterangan gambar: Eka sedang mendata dan mengkatalogkan buku-buku baru sementara Aan sedang sibuk memantau perkembangan Group Kafe Baca Biblioholic di Facebook.