kafe baca biblioholic | tempat gaul para pecandu buku
Bantu Kami Mewujudkan Surga bagi Pencinta Dunia Baca dan Tulis di Makassar!

Saya selalu membayangkan surga itu seperti perpustakaan.
(Jorge Luis Borges)

Agar bisa menjadi ‘surga’ bagi pencinta dunia baca-tulis di Makassar, kami membutuhkan uluran tangan dari Anda. Saat ini kami membutuhkan relawan dan donator. Selengkapnya, silakan baca di sini!
Hadiah di Bulan Cinta

Sejak berdiri pada tanggal 13 Mei 2004 Kafe Baca Biblioholic, lembaga literasi non-profit anggota Komunitas Ininnawa, yang dikelola secara sukarela oleh beberapa relawan ini terus berbenah diri. Di Februari, bulan penuh cinta ini, kami akan memberikan kepada Anda dan menerima dari Anda sejumlah hadiah. Mau tahu hadiah apa saja itu? Baca di sini!
Yang Seru Mulai Maret 2009

Setelah mengalami pembenahan manajemen di awal tahun 2009 ini, kami akan kembali meluncurkan beberapa program yang akan berjalan mulai Maret tahun ini. Program apa saja? Silakan baca lebih detail di sini!

Saturday, February 14, 2009

[Program #3] Gratis Meminjam 2 Pekan















BAGI anggota yang mendaftar sebelum 14 Februari 2009, bisa meminjam buku secara cuma-cuma selama 2 pekan terhitung 14 - 28 Februari 2008.

Dan anggota yang kartunya hilang atau rusak tetap bisa mengikuti program ini--dan segera laporkan jika kartu Anda hilang, kami akan menggantinya.

Terakhir, bagi yang meminjam buku dan sudah telat sebelum tanggal 28 Februari 2009. Selama 2 pekan ini semua buku yang telat juga tak akan dikenakan denda sama sekali.

Friday, February 13, 2009

[Jurnal #5] Kamu Capek, Eka?















"ALHMADULILLAH," kata Eka.

Eka baru saja kelar mendata semua buku baru yang masuk-- sumbangan para donatur pekan ini!

Nah, sekarang giliran Ai dan Ochank yang akan bekerja keras membungkus semua buku tersebut.

"Berapa judul, Eka?" kami bertanya.

"146 judul!" katanya sambil tersenyum puas.

"Alhamdulillah," kata kami.

"Kamu capek, Eka?" tanya kami lagi.

"Tidak! Kalau masih ada yang nyumbang lebih banyak, saya dengan senang hati melakukannya lagi. Tapi..."

"Tapi apa?"

"Saya lapar?"

"Kami juga!"


LIHATLAH foto di atas, itulah jejeran buku yang baru selesai didata Eka. Semoga segera bisa bermanfaat bagi pembaca.

Terima kasih, sekali lagi, buat semua yang sudah menyumbangkan bukunya!

[Rekomendasi #1] 5 Novels for Your Valentine's Day

















ADA ribuan cara mengatakan cinta! Tak perlulah kami sebutkan di catatan ini. Kami cuma mau bilang bahwa salah satu cara favorit kami mengungkapkan cinta adalah menghadiahkan buku. Anda pernah mencobanya?

Nah, kalau Anda tertarik melakukannya, kami punya beberapa rekomendasi judul novel untuk Anda hadiahkan kepada orang yang Anda cintai. Berikut lima novel yang kami rekomendasikan:

Great Gatsby, F. Scott Fitzgerald. Adakah cinta yang melebihi cinta Nick kepada Daisy? Bagi yang sudah nonton film keren The Corious Case of Benjamin Button, pasti tahu siapa itu F. Scott Fitzgerald. Sebab film itu diadaptasi dari kisah yang ditulis olehnya.

Jane Eyre, Charlotte Bronte. Cinta kadang membahagiakan, kadang menyakitkan. Jane Eyre dengan sangat baik menggabungkan keduanya.

The Time Traveler's Wife, Audrey Niffenegger. Ini salah satu novel paling romantis dan menarik. Novel ini berkisah dengan sangat cantik mengenai esensi cinta, perihal bagaimana cinta menyatu bahkan di bawah tekanan yang paling keras, termasuk waktu.

The Unbearable Lightness of Being, Milan Kundera. Novel tidaklah seperti judulnya bahwa hidup itu enteng. Ini salah satu novel yang harus dibaca oleh orang-orang yang mengaku romantis.

On Love, Alain de Botton. Ini sebetulnya esai-esai tentang cinta yang menyamar sebagai sebuah novel. Di novel yang setiap babnya terdiri dari sejumlah paragraf bernomor ini Anda bisa belajar apa itu cinta.

Tentu saja ada begitu banyak novel lain yang romantis. Buku-buku yang kami sebutkan di atas bisa ditemui di rak Kafe Baca Biblioholic.

Jika Anda enggan mengungkapkan cinta dengan memberi kado buku, Anda juga bisa mencoba saran kami yang lain. Ajaklah pasangan Anda ke Kafe Baca Biblioholic atau ke kafe baca lainnya. Pilihlah salah satu meja di sudut kemudian pesanlah minuman dan kemudian ambillah salah satu buku puisi dari rak. Bergantianlah kalian saling membacakan sajak-sajak cinta. Selamat mencoba! Semoga saran ini berguna.

[Gambar #1] Huruf


















Kami dulu mengeja kamu
Kami masih mengaji kamu

Kamu menguji cinta kami!

Gambar diambil dari ruang ini!

[Jurnal #4] Sore Ini Kami Berterima Kasih...















SORE ini kami mau mengutip kalimat William Shakespeare, I can no other answer make, but, thanks, and thanks.

Ujaran pengarang besar yang karya-karyanya bisa Anda baca di sini itu kami akan haturkan kepada beberapa nama. Sitok Srengenge, sastrawa Indonesia, yang buku-buku bantuannya sebanyak 43 judul sedang kami katalogkan. Nurliah Simollah, seorang blogger yang selalu menyebut dirinya lajang bahagia, yang pagi tadi menyumbangkan 15 judul bukunya buat perpustakaan kami. Ni Nyoman Anna Marthanti bersama suaminya yang mampir dan memberikan penganan yang menyembuhkan lapar kami. Dan Ichsan Amin yang juga menyumbangkan 3 judul buku keren. Juga kepada beberapa orang yang menyumbang sejumlah buku tapi meminta tak disebutkan namanya.

Juga tentu saja sejumlah pengunjung yang setia datang untuk mengatakan bahwa kami tak sia-sia membuat Kafe Baca Biblioholic. Terakhir buat sejumlah kawan di dunia maya yang menyemangati kami. Kalian semua sangat berarti buat kami!

Eh, hampir lupa, bagi yang sudah menyumbangkan buku minimal 10 judul kami berikan fasilitas VIP Member seumur hidup. Artinya, Anda bisa meminjam koleksi kami tanpa perlu biaya apa-apa.

Terakhir, buat yang belum menyumbang jangan sungkan! Hehehe! Ssst, jangan bilang-bilang ya! Kami sedang deg-degan menunggu hadiah valentine dari...

[Pernik #5] Bolong















BOLONG. Begitu kami sepakat memanggilnya. Entah siapa di antara kami yang pertama memanggilnya begitu.

Kenapa Bolong? Bukan karena dia suka membuat buku-buku kami bolong. Bukan. Dia kucing yang santun dan baik hati. Namun Bolong dalam Bahasa Bugis artinya Hitam. Kadang ada yang memanggilnya Bokep, Bolong Keppu atau Hitam Pekat.

Apa hubungannya dengan Kafe Baca Biblioholic? Jangan salah! Di saat-saat kami bete karena tak ada pengunjung atau lelah di larut malam saat membereskan buku-buku dia senang menghibur kami dengan tingkahnya yang menggemaskan. Makanya, kami sangat mencintainya!

Coba amati gambar di atas! Adakah di antara Anda yang bisa menebak apa yang sedang dipikirkan Bolong?

[Pernik #4] Harap Maklum!















PENGUMUMAN seperti gambar di atas ada tertempel di pintu Kafe Baca Biblioholic.

Apakah semua pengunjung tunduk pada aturan itu? Hehehe! Tentu saja tidak! Bukan aturan namanya kalau tak menggoda orang buat melanggarnya.

Pelanggaran! Itulah yang sering terjadi. Ada saja beberapa pengunjung yang datang sebelum pukul 09.00. Ada pula yang pulang setelah pukul 22.00. Berhubung kami tidak tegaan, ya, kami tak enaklah menegur mereka! Tak bijak rasanya jika kami mencegah hasrat membaca beberapa pengunjung yang datang di pagi buta. Begitu pula dengan menghentikan gairah membaca bagi pengunjung yang belum ngantuk hingga pada pukul 24.00--kadang-kadang ada yang nginap.

Selain aturan buka-tutup di atas, ada beberapa aturan lain yang sering dilanggar pengunjung di Kafe Baca Biblioholic. Buku yang telah dibaca, harap diletakkan di atas meja! dan Maaf, kami telah menyiapkan tempat untuk sampah Anda! Itu dua aturan lain sebagai sekadar contoh.

Maka, kalau kami menulis catatan ini, harap maklum! Peace!

[Jurnal #3] Akhirnya Bisa Ngopi Lagi















TERIMA kasih, Daeng Rapi, kami bisa membaca sambil menikmati Kopi Toraja racikanmu lagi!

Senang sekali! Hari ini, meski danau dadakan di depan ruang baca masih ada, kami sudah bisa menikmati lagi harum dan nikmatnya Kopi Toraja dari Kafe Ininnawa, kafe komunitas kami. Kemarin banyak pengunjung kami yang mengeluh karena tak bisa membaca atau main internet sambil minum kopi.

Ngomong-ngomong, Daeng Rapi, yang namanya kami sebut di awal jurnal kecil ini adalah pengelola kafe kami yang senyumnya selalu bikin kangen. Perihal Daeng Rapi nanti akan diulas khusus di Pernik, di blog ini juga tentu saja. Kami janji! Tapi berhubung dia masih malu untuk difoto, makanya belum ditulis. Hehehe!

Eh, kembali ke soal kopi! Kopi Daeng Rapi ini salah satu yang banyak membuat pengunjung betah di Kafe Baca Biblioholic. Peringatan dari kami: Jangan sekali-kali mencoba, kalau takut kecanduan kopi Daeng Rapi!

Daeng Rapi, minta kopi segelas lagi dong!

[Jurnal #2] Malam Ini Kami Tidur di Sini Lagi Ya!
















SEMALAM kami mendata-membungkus-mengkatalog koleksi baru Kafe Baca Biblioholic hingga larut malam. Melelahkan!

Setelah kafein yang kami andalkan tak bekerja lagi, satu per satu kami menyerah. Perhatikan gambar di atas! Ai (nama akrab Abdul Khaliq Syukur) dan Eka (lengkapnya Eka Wulandari), dua relawan kami, tertidur di lantai Kafe Baca Biblioholic. Oh, iya, Ai dan Eka adalah mahasiswa angkatan 2007 Jurusan Sastra Jepang Universitas Hasanuddin. Keduanya bergabung menjadi relawan di Kafe Baca Biblioholic Januari 2008.

Sebelum menyerah dan tertidur di lantai (semoga mereka bermimpi indah!) mereka mengatakan, seperti biasa, password mereka: Malam Ini Kami Tidur di Sini Lagi Ya!

Begitulah sering terjadi! Eka dan Ai tertidur di lantai Kafe Baca Biblioholic hingga mereka bangun pagi kemudian kembali ke kamar kos masing-masing untuk bersiap-siap berangkat kuliah.

Perhatikan, sekali lagi, gambar di atas! Jangan-jangan mereka sebenarnya kelaparan ya?

[Pernik #3] Forget Love...















TULISAN dalam foto di atas sebenarnya berada di bagian depan selembar t-shirt. Sayang sekali, kami lupa t-shirt milik siapa yang di foto itu! Yang pasti seri t-shirt semacam itu dikeluarkan Kafe Baca Biblioholic tahun 2006 silam. Ada dua pilihan warna: hitam dan putih. Bagi yang berminat memiliki t-shirt serupa, maaf, persediaan habis beberapa hari setelah selesai dicetak. Silakan menantikan seri t-shirt berikutnya!

forget love, i'd rather fall in books!

Begitulah kalimat yang tertulis di t-shirt tersebut. Ada beberapa kata yang sengaja ditebalkan. Sehingga dari jauh terbaca i love books! Keren, kan? Ya, iyalah!

Ngomong-ngomong, besok, 14/02/09, adalah hari cinta. Apa yang akan Anda lakukan untuk merayakannya? Kalau Anda termasuk pecandu buku, kami punya saran: pergilah ke toko buku membeli satu atau beberapa judul buku lalu hadiahkanlah kepada pasangan Anda! Jika Anda tidak memiliki cukup duit buat beli buku (soalnya harga buku semakin mahal) Anda bisa mengajak pasangan Anda ke Kafe Baca Biblioholic untuk membaca berdua--sambil menikmati nikmatnya kopi toraja.

Bagi yang belum atau tidak punya pasangan? Kado bukunya bisa dihadiahkan kepada Kafe Baca Biblioholic saja! Kami dengan senang hati akan menerimanya. Sumpah!